Kakak Pramuka semuanya, gambar di samping ini adalah Kakak PRADANA Pramuka Ambalan MS, yang berada di Smakis, Tau gak apa itu Smakis ?
Smakis adalah Sekolah SMK Islamiyah Sayang, Sekolah ini baru berdiri pada tahun 2007 an, jadi sekolah ini baru muncul di dunia pendidikan dan dunia pramuka khususnya di dewan kerja ambalan. Nah sekarang saya akan berbagi ilmu khususnya untuk anak-anak pramuka pangkalan SMK Islamiyah Sayang, jika menemukan kesulitan di bidang Pramuka kunjungi saja Blognya Pramuka SMK Islamiyah kalian tidak perlu repot-repot cari informasi, kecuali kalau kurang lengkap cari disini.
oh iya...aku lupa, aku belum memperkenalkan namanya...
nama lengkapnya Irfan Hamdani, namun akrab di panggil Irfan. Dia tinggal dengan keluarga yang berkecukupan tempat tinggal yang lengkapnya di Jl. Siliwangi Gg. Laksana IV. Bulan ini para Pramuka Smakis baru mau menyelesaikan Pelantikan Bantaranya. nanti di lanjutikan...

Administrasi GP Penegak

Dalam upaya mewujudkan gugus Depan yang terorganisir dengan baik, maka perlu adanya dukungan administrasi/tata usaha, yang berkaitan dengan keadaan dan perkembangan satuan, seperti : keanggotaan, kegiatan, perlengkapan, kecakapan, dll dengan manfaat untuk :

· penyusunan program kerja tahunan dan rencana kegiatan

· bahan penyusunan laporan

· mengetahui perkembangan satuan

· mengetahui perkembangan peserta didik

· pertanggungjawab pelaksanaan kegiatan

· data sejarah satuan

Berikut ini administrasi satuan yang harus dimiliki oleh suatu satuan :

Daftar Anggota
Daftar anggota disusun dengan kolom-kolom, sbb :

- Nomor urut, nomor induk, nomor tanda anggota

- Nama lengkap peserta didik

- Agama

- Tempat dan tanggal lahir

- Alamat

- Golongan darah

- Sekolah

- Alamat orang tua/wali

- Pekerjaan orang tua/wali

· Daftar Prestasi,

yang dinilai berdasarkan kehadiran peserta didik

· Daftar Iuran

· Daftar pencapaian SKU, SKK, SPG

· Daftar Tabungan Pribadi

· Buku Kegiatan

- Rencana Kegiatan

- Program Kegiatan

- Acara Kegiatan

· Buku Harian dan Album, berisi catatan segala kejadian dan hal ihwal satuan yang bersangkutan dengan mencantumkan dokumentasi-dokumentasi kegiatan atau foto kegiatan.

· Kartu data pribadi / Kartu Anggota, berisi perkembangan pribadi anggota. Kartu ini hanya dipegang oleh Pembina.

· Buku Risalah Rapat

· Buku Catatan keuangan

· Buku Tamu, mencatat siapa dan tujuan yang berkunjung ke satuan atau gudep.

Daftar Anggota Pramuka

Ambalan SMK Islamiyah Sayang Cianjur

  1. Nomor urut, :
  2. nomor induk, :
  3. nomor tanda anggota :
  4. Nama lengkap peserta didik :
  5. Agama :
  6. Tempat dan tanggal lahir :
  7. Alamat :
  8. Golongan darah :
  9. Sekolah :
  10. Alamat orang tua/wali :
  11. Pekerjaan orang tua/wali :

Dewan Kerja Ambalan

PENGERTIAN

Dewan Ambalam/Kerja Pramuka Penegak dan Pandega merupakan salah satu wadah Pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengelola segala aktifitas Pramuka Penegak dan Pandega yang berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang bersifat kolegial di tingkat Kwartir.

TUGAS POKOK
Tugas Pokok Dewan Ambalam/Kerja adalah melaksanakan amanat Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putri Putra (MUSPPANITERA ) dan bertanggung jawab kepada Kwartir.

MACAM DAN URUTAN JABATAN DEWAN AMBALAM/KERJA
Macam dan urutan jabatan dalam Dewan Ambalam/Kerja Pramuka Penegak dan Pandega adalah sebagai berikut :

* Seorang Ketua merangkap anggota.
* Seorang Wakil Ketua merangkap anggota.
* Seorang Sekretaris I merangkap anggota.
* Seorang Sekretaris II merangkap anggota.
* Seorang Bendahara merangkap anggota.
* Beberapa orang anggota yang masuk dalam pembidangan Dewan Kerja.

Pembidangan dalam Dewan Ambalam/Kerja :

* Bidang Teknik Kepramukaan ( Tekpram )
* Bidang Kegiatan Operasional ( Giat-Ops )
* Bidang Pembinaan dan Pengembangan ( Bin-Bang )
* Bidang Penelitian dan Evaluasi ( Lit-Ev )
untuk tingkat Cabang dan Ranting dapat menyesuaikan dengan kebutuhan

Untuk melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan Dewan Ambalam/Kerja yang ada dalam jajarannya (wilayah binaan) maka ditunjuk anggota Dewan Ambalam/Kerja yang di tugaskan secara khusus.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Tugas dan tanggung Jawab Dewan Ambalam/Kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pembagian tugas dan tanggung jawab pengurus Dewan Ambalam/Kerja adalah sebagai berikut:
Ketua Dewan Ambalam/Kerja

* Memimpin Dewan Ambalam/Kerja.
* Eks. Officio Sebagai Andalan Kwartir.
* Membina personil Dewan Ambalam/Kerja.
* Melaksanakan amanat MUSPPANITERA dalam mengelola kegiatan Pramuka Penegak Pandega di wilayahnya.
* Bersama-sama dengan semua anggota Dewan Ambalam/Kerja bertanggung jawab atas segala kegiatan kepada Kwartir dan MUSPPANITERA.
Wakil Ketua Dewan Ambalam/Kerja

* Mewakili ketua apabila ketua berhalangan dengan mandat dari ketua.
* Eks. Officio Sebagai Andalan Kwartir.
* Melaksanakan fungsi pengawasan atas segala aktivitas Dewan Kerja.
* Ikut serta menentukan kebijakan khusus Dewan Ambalam/Kerja.
* Bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Ambalam/Kerja.

Sekretaris I Dewan Ambalam/Kerja

* Sebagai juru bicara Dewan Ambalam/Kerja dengan sepengetahuan ketua.
* Mengatur dan melaksanakan mekanisme dan administrasi Dewan Ambalam/Kerja terutama segi konsepsional.
* Mewakili Dewan Ambalam/Kerja apabila ketua dan wakil ketua berhalangan dengan mandat dari ketua.
* Ikut serta menentukan kebijakan khusus Dewan Ambalam/Kerja.
* Bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Ambalam/Kerja.

Sekretaris II Dewan Ambalam/Kerja

* Bersama-sama dengan sekretaris I mengatur dan melaksanakan mekanisme administrasi Dewan Ambalam/Kerja terutama segi operasional.
* Mewakili Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris I apabila berhalangan dengan mandat dari ketua.
* Menggantikan tugas Sekretaris I apabila yang bersangkutan berhalangan .
* Bertindak sebagai Kepala Sekretariat Dewan Ambalam/Kerja.
* Ikut serta menentukan kebijakan khusus Dewan Ambalam/Kerja.
* Bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Ambalam/Kerja


Bendahara Dewan Ambalam/Kerja

* Mengelola keuangan Dewan Ambalam/Kerja.
* Merencanakan dan mengawasi penggunaan keuangan kegiatan Dewan Ambalam/Kerja dengan persetujuan Wakil Ketua dan sepengetahuan Ketua.
* Mewakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I dan Sekretaris II apabila berhalangan dengan mandat dari ketua.
* Ikut serta menentukan kebijakan khusus Dewan Ambalam/Kerja.
* Bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Ambalam/Kerja.

Ketua-ketua Bidang Dewan Ambalam/Kerja

Membantu ketua dan wakil ketua Dewan Ambalam/Kerja dalam memimpin anggota bidangnya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab bidangnya masing-masing :

* Bidang Teknik Kepramukaan : Merencanakan dan merumuskan pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pandega secara konsepsional.
* Bidang Kegiatan Operasional : Merencanakan dan melaksanakan program kerja operasional Dewan Ambalam/Kerja.
* Bidang Pembinaan dan Pengembangan : Merencanakan dan Melaksanakan program kerja pendidikan dan latihan atau kegiatan dalam rangka pembinaaan dan pengembangan kualitas pramuka Penegak dan Pandega.
* Bidang Penelitian dan Evaluasi : Merencanakan dan melaksanakan program kegiatan penelitian dan evaluasi dalam rangka mendukung pembinaan dan pengembangan kuantitas dan kualitas pramuka Penegak dan Pandega.


Anggota Dewan Ambalam/Kerja Mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab secara bersama-sama dalam melaksanakan tugas pokok Dewan Ambalam/Kerja. Anggota Dewan Ambalam/Kerja yang melaksanakan pembinaan Dewan Ambalam/Kerja di wilayah binaannya mempunyai tugas sebagai berikut :

* Melaksanakan supervisi dan monitoring secara berkala terhadap laju pertumbuhan dan perkembangan Pramuka Penegak dan Pandega serta permasalahan yang dihadapi untuk kemudian disampaikan kepada Dewan Ambalam/Kerja guna menentukan langkah-langkah kebijakan dan pemecahannya.
* Melaksanakan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega melalui Dewan Ambalam/Kerja diwilayah binaannya baik konsepsional maupun bimbingan teknis operasional.
* Melaksanakan rapat koordinasi wilayah antar Dewan Ambalam/Kerja dalam wilayah binaannya minimal 1 (satu) tahun sekali guna saling tukar menukar informasi penyelarasan program serta perumusan permasalahan yang dihadapi berikut langkah-langkah pemecahan yang dilakukan untuk kemudian disampaikan kepada Dewan Ambalam/Kerja sebagai Laporan.
* Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, Dewan Ambalam/Kerja berkonsultasi kepada Andalan Urusan Sekretariat.

Sejarah Pramuka

(kutipan ini di tulis dari wikipedia indonesia)

Pramuka, atau sering juga disebut pandu atau kepanduan (b. Inggris: Scouting) adalah sebuah gerakan pemuda yang telah merambah ke seluruh dunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan.

Sejarah
Kelahiran Gerakan Kepanduan

Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama di kepulauan Brownsea, Inggris.

Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.

Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.

Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.

Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.

Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.

Saat itu Baden-powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.

Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah pusat pelatihan kepemimpinan bagi orang dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Roverinng to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.

Perkembangan Gerakan Kepanduan

Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.

Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.Chile ialah negara pertama diluar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.

Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini , Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina

Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatn tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, dimana program golongan siaga telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting, namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930

sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powel- adik dari bapak kepandian sedunia, Robert Baden Powell,pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud, yang kemudian berganti menjadi Brownies (Girl Guide) pada 1914 .Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olave BAden Powell, Istri dari Lord Baden Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun.pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unti putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.

Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktekkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat perang dunia 1, pendidikan woodbadge bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina antara lain : Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.

;;